Kamis, 05 September 2013

Tentang Doa Nurbuat


Do’a Nurbuat terbilang cukup populer bagi kaum muslimin di Indonesia, terutama dikalangan santri ponpes Salafiyah. Do’a ini dinamakan dengan “Doa Nurbuat” mungkin berasal dari kata bahasa Arab Nurun Nubuwwah (Arab, نور النبوة ) atau cahaya kenabian. Do’a ini biasanya dapat kita jumpai dalam kitab kecil yang berisi kumpulan do’a seperti kitab majmu’ syarif. Sebagian orang menyatakan bahwa do’a ini berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diajarkan oleh Malaikat Jibrilalaihissalam.

Tapi anehnya, do’a yang -katanya- memiliki banyak fadhilah ini tidak disebutkan dalam satu pun kitab-kitab Induk Hadits. Tidak diketahui siapa yang meriwayatkannya, bahkan salah seorang Tokoh Habaib terkemuka di Jakarta pun menyatakan bahwa dirinya belum menemukan sanad tsiqoh dari pembuat do’a tersebut. Suatu hal yang sangat aneh memang, sesuatu yang dinisbatkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tapi hingga saat ini belum diketahui siapa yang meriwayatkannya.

Sekedar mengingatkan sebagai sesama kaum muslimin supaya kita jangan bergampangan dalam mengatakan suatu aqidah atau ibadah tertentu sebagai ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa disertai dengan bukti dan dalil yang kuat. Karena perbuatan tersebut dapat menjerumuskan pelakunya dalam ancaman yang sangat berat. Dalam hadits shahih disebutkan :

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا , فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barang siapa dengan sengaja berdusta atas namaku, maka hendaknya dia siap menempati Neraka” (HR. Bukhari-Muslim)

Diantara dalil yang dijadikan sandaran oleh orang yang mengamalkan do’a ini adalah riwayat sebagai berikut :

1. “Dikisahkan bahwa Rasulullah setelah sholat subuh duduk di masjid bersama para sahabat. Kemudian datanglah malaikat Jibril membawa doa Nurbuat seraya berkata: “Aku diutus oleh Allah membawa doa Nurbuat untuk diserahkan kepadamu (Rasulullah).”

Setelah membawakan kisah tersebut, penulisnya tidak menyebutkan siapa yang meriwayatkan dan di dalam kitab apa atau dari mana dia menukilnya.

2. Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Kathir meriwayatkan sebuah hadits riwayat Ibnu Asakir :

عن علي – رضي الله عنه – : ( أن جبريل أتى النبي صلى الله عليه وسلم فوافقه مغتماً فقال : يا محمد ، ما هذا الغم الذي أراه في وجهك ؟ قال ” الحسن والحسين أصابتهما عين ” قال : صدِّق بالعين ، فإن العين حق ، أفلا عوذتهما بهؤلاء الكلمات ؟ قال : ” وما هن يا جبريل ” قال : قل اللهم ذا السلطان العظيم ، ذا المن القديم ، ذا الوجه الكريم ، ولي الكلمات التامات ، والدعوات المستجابات ، عافِ الحسن والحسين من أنفس الجن وأعين الإنس
فقالها النبي صلى الله عليه وسلم فقاما يلعبان بين يديه ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : ” عوّذوا أنفسكم ونساءكم وأولادكم بهذا التعويذ ، فإنه لم يتعوذ المتعوذون بمثله

Artinya: Dari Ali bin Abi Thalib bahwa malaikat Jibril datang pada Nabi yang sedang tampak sedih. Jibril bertanya: Wahai Muhammad, kenapa wajahmu tampak sedih? Nabi menjawab: Hasan dan Husain sedang sakit mata. Jibril berkata: sembuhkan matanya karena mata punya hak. Apakah kamu tidak mendoakan keduanya dengan kalimat-kalimat itu? Nabi bertanya: Kalimat apa? Jibril menjawab: Katakan “اللهم ذا السلطان العظيم ذا المن القديم ، ذا الوجه الكريم ، ولي الكلمات التامات ، والدعوات المستجابات ، عافِ الحسن والحسين من أنفس الجن وأعين الإنس” Kemudian Nabi mengucapkan doa tersebut maka Hasan dan Husain langsung dapat berdiri dan bermain di sekitar Nabi. Nabi bersabda: mintalah perlindungan untuk dirimu, istrimu dan anak-anakmu dengan doa ini. [Tarikh Dimasyq no. 9434]

Yang perlu dicermati adalah teks do’a dalam riwayat tersebut berbeda dengan teks do’a nurbuat yang beredar di masyarakat. Sehingga tidak benar jika ada yang berkata do’a nurbuat ini berasal dari Nabi dengan dalil riwayat ini. Karena kenyataannya antara riwayat ini dan do’a nurbuat berbeda sangat jauh, disamping banyak kejanggalan dalam susunan kalimat dalam do’a nurbuat yang akan disebutkan nanti, Insya Allah.

Berikut teks do’a nurbuat yang terdapat kitab Majmu’ Syarif dan semisalnya. Perhatikanlah, sungguh berbeda antara do’a nurbuat ini dengan do’a yang terdapat dalam riwayat Ibnu Asakir di atas.

اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ ، وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ ، وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ ، وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّآمَّاتِ ، وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ ، عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ ، عَيْنِ الْقُدْرَةِ والنَّاظِرِيْنَ ، وَعَيْنِ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ ، وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنَ ، وَمَا هُوَ اِلاَّ ذِكْرٌ لِلْعَالَمِيْنَ ، وَمُسْتَجَابُ لُقْمَانَ الْحَكِيْمِ ، وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ ، طَوِّلْ عُمْرِيْ ، وَصَحِّحْ اَجْسَادِيْ ، وَاقْضِ حَاجَتِيْ ، وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ ، وَحَبِّبْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ ، وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَي الْكَافِرِيْنَ ، وَقُلْ جَآءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ، اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا ، وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَاهُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ، وَلَايَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ، وَسَلَامٌ عَلَي الْمُرْسَلِيْنَ ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ


Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin.

Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan Tiadalah itu semua melainkan sebagai peringatan bagi seluruh alam. Allah yang mengabulkan do’a Luqmanul Hakim dan mewariskan Sulaiman bin Daud A.S. Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih lagi memiliki singgasana yang Mulia, panjangkanlah umurku, sehatlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia, dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam A.S., orang-orang yang masih hidup dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah: “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”.

Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir.Dan semoga keselamatan bagi para Rasul.Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

Disamping berbedanya teks do’a dalam riwayat Ibnu Asakir dan do’a nurbuat, kita bisa lihat bahwa ada banyak kejanggalan dalam doa nurbuat, diantaranya:

1. Kesalahan dalam tata bahasa. Teks bagian awal doa ini tidak sesuai dengan kaidah nahwu (tata bahasa Arab). Teks yang keliru:

[اللَّهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ]

seharusnya, dibaca [ذَا] dengan huruf alif (sebagaimana riwayat Ibnu Asakir) bukan [ذِى] dengan huruf ya’. Karena Munada Mudhaf harusnya mansub bukan majrur. Namun, anehnya, kesalahan semacam ini terjadi secara berulang-ulang, yaitu di bagianma’thufnya.

Demikian pula pada bagian [وَذِى الـمَنِّ القَدِيم] seharusnya [وَذَا الـمَنِّ القَدِيم], pada bagian [وَذِى الوَجْه الكَرِيم] seharusnya [وَذَا الوَجْه الكَرِيم], dan pada bagian [وَوَلِيِّ الكَلِمَات التآمات] seharusnya [وَوَلِيَّ الكَلِمَاتِ التآمَاتِ] dengan harakat fathah.

2. Susunan kalimat yang tidak sistematis dan tidak memiliki kaitan. Di bagian awal doa, isinya memuji Allah, kemudian tiba-tiba dikutip ayat:

وَإِن يَكَادُ الذِّينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبصَارِهِم…

“Hampir saja orang-orang kafir hendak menjatuhkanmu dengan pandangan mata mereka.”

Ayat ini menceritakan tentang sikap orang kafir yang hendak menyerang Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam dengan penyakit ‘ain (penyakit karena pandangan hasad). Sehingga mereka bisa membunuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari jauh.

Jika kita perhatikan, ayat ini tidak memiliki keterkaitan langsung ayat ini dengan pujian untuk Allah dalam bait sebelumnya.

3. Isi permintaan yang tidak tepat. Dalam doa tersebut ada permintaan:

[طَوِّلْ عُمْرِي]

Panjangkanlah umurku.

Umur panjang secara mutlak bukanlah hal yang terpuji. Karena umur panjang belum tentu berkah. Lebih tepat jika meminta keberkahan umur bukan meminta umur panjang. Sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendoakan Anas bin Malik:

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480)

Nabi tidak mendoakan secara mutlak, tapi beliau iringi dengan doa keberkahan.

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin pernah ditanya tentang hukum memberikan ucapan “semoga panjang umur” Syekh mejawab, Tidak selayaknya mengucapkan “semoga panjang umur” secara mutlak, tanpa diikuti dengan kriteria yang lain. Karena panjang umur terkadang baik dan terkadang buruk. Padahal, manusia terjelek adalah orang yang panjang umurnya dan jelek amalnya. Oleh karena itu, andaikan ucapan yang disampaikan, “Semoga Allah memanjangkan usiamu di atas ketaatan” atau yang semacamnya maka ini tidak mengapa. (Fatawa as-Syimaliyah, Hal. 24)

4. Keutamaan yang terlalu berlebihan. Para aktivis pembaca doa ini menceritakan bahwa doa nurbuat memiliki banyak keutamaan. Namun, kebanyakan keutamaan tersebut, hanya terkait kesenangan dunia. Padahal prinsip doa yang diajarkan syariat lebih banyak untuk kepentingan akhirat. Kalaupun isinya memohon kebaikan dunia, pasti juga diiringi dengan permohonan kebaikan akhirat. Diantara keutamaan yang aneh pada doa ini:
Dapat bertemu dengan Jin, bisa merubah rupa.
Dapat disayangi oleh musuh, jika dibaca ketika hendak keluar rumah.
Dapat menjadi penjaga rumah dari gangguan jin, sihir, santet dan bahaya lainnya, jika ditulis lalu disimpan di dalam rumah. (Mungkin inilah yang melatar-belakangi kebiasaan orang yang menggantung jimat di depan rumah).
Dapat memperlihatkan hal-hal yang indah, jika dibaca 100 kali pada malam Sabtu.
Dapat awet muda jika dibaca setiap malam Minggu.
Dapat menjadikan wajah tampak lebih tampan/cantik jika dibaca setiap malam Kamis.
Dan masih banyak keutamaan lainnya, yang semuanya mungarah pada kerakusan terhadap dunia.

Bahkan dalam salah satu blog disebutkan tatacara untuk meraih keutamaan tersebut, waktu dan jumlah bacaannya. Penulisnya bahkan berani menisbatkan tatacara tersebut kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan beberapa hal :
Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa do’a Nurbuat berasal dari ajaran Nabi atau diajarkan oleh Nabi
Riwayat Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq bukanlah dalil bagi do’a nurbuat. Riwayat ini pun perlu diteliti kembali karena adanya perawi yang bernama Al-Harits Al-A’war dia dinyatakan dha’if oleh para Ulama bahkan dinyatakan tertuduh berdusta, selain itu tertuduh juga sebagai penganut Rafidhah.
Keutamaan-keutamaan yang mencapai tiga puluhan keutamaan tersebut hanyalah sebuah kedustaan lain yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hendaknya kita mengamalkan do’a-do’a yang jelas-jelas berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tidak mungkin doa nurbuat berasal dari ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena itu, tidak selayaknya untuk dibaca.
Hendaknya kita tidak bergampangan dalam menyandarkan sesuatu kepada agama ini tanpa dilandasi dalil yang jelas.

Allahu a’lam. yang jelas alloh suka akan hambanya yang mau memohon dan berdoa serta memuji asma indahnya.

Keris Kyai Carubuk, Senjata Pusaka Sunan Kalijaga

Keris Kyai Carubuk, Senjata Pusaka Kanjeng Sunan Kalijaga. Terkait keris pusaka dan sakti di Indonesia, dalam khanazah sejarah dan budaya nusantara, kebanyakan keris sakti berasal dari pulau Jawa, terutama di era kejayaan KerajaanMajapahit. Banyak cerita, kisah dan juga mitos seputar keris. Konon, keris yang memiliki kesaktiantidak sembarangan bisa dimiliki, harus memiliki kecocokan atau berjodoh dengan yang memegangnya. Banyak yang meyakini juga keris yang sakti bisa berdiri sendiri jika diminta oleh pemegangnya, dan banyak lagi cerita lainnya tentang kesaktian keris ini. Kali ini, infomistik akan membawa anda ke wilayah kajian keris pada konteks sejarah. Terkait sejarah ini, ada bebeberapa keris yang terkenal dan paling populerdi Indonesia, salah satunya adalah Keris Kyai Carubuk, Senjata Pusaka Kanjeng Sunan Kalijaga
Keris Kyai Carubuk ini adalah mahakarya ketiga dari Mpu Supa Madrangi selain Keris Kyai Sangkelatdan Keris Kyai Nagasasra. Keris ini juga merupakanpeninggalan Mahapahit.
Dalam satu legenda dikisahkan, Kanjeng Sunan Kalijaga meminta tolong kepada Mpu Supa Mandragi untuk dibuatkan sebuah keris coten-sembelih (untuk menyembelih kambing). Sunan Kaljaga memberikan besi yang ukurannya sebesar biji asam jawa sebagai bahan pembuatan keris kepada Mpu Supa Mandrangi. Mengetahui besarnya calon besi tersebut, Empu Supa sedikit terkejut. Namun setelah Mpu Supa menerima besi tersebut dari Kanjeng Sunan Kalijaga, Ia berkata "besi ini bobotnya berat sekali, tak seimbang dengan besar wujudnya dan tidak yakin apakah cukup untuk dibuat keris". Lalu Sunan Kalijaga berkata "besi itu tidak hanya sebesar biji asam jawa tetapi besarnya seperti gunung". Karena ampuhnya perkataan Kanjeng Sunan Kalijaga, pada waktu itu juga besi yang sebesar biji asam jawa tersebut menjelma menjadi sebesar gunung. Hati empu Supa menjadi gugup, karena mengetahui bahwa Kanjeng Sunan Kalijaga memang benar-benar wali yang dikasihi oleh Sang Pencipta Kehidupan, yang bebas mencipta apapun. Lantaran itu, empu Supa berlutut dan takut.
Ringkas cerita, besipun kemudian dikerjakan oleh Mpu Supa Mandrangi. Tidak lama kemudian, jadilah sebilah keris, kemudian Mpu Supa Mandrangi menyerahkan keris tersebut kepada Kanjeng Sunan Kalijaga. Begitu melihat bentuk kerisnya, Kanjeng Sunan Kalijaga menjadi kaget karena hasil kejadian keris itu berbeda jauh sekali dengan yang dimaksudkan. Semula ia bermaksud meminta dibuatkan keris untuk menyembelih kambing, ternyata yang dihasilkan adalah keris Jawa (baca Nusantara) asli Majapahit, luk tujuhbelas. Begitu mengetahui keindahan keris, perasaan Kanjeng Sunan Kalijaga tersentuh, oleh karena itu mengamatinya sempai puas tidak bosan-bosannya. Kemudian ia berkata sambil tertawa dan memuji keindahan keris itu.
Kemudian Kanjeng Sunan Kaljaga memberikan besisebesar biji kemiri kepada Mpu Supa Mandrangi dan meminta Mpu Supa Mandrangi untuk membuatkannya sebilah keris lagi. Lalu Empu Supa mengerjakannya, dan setelah dikerjakan, jadilah sebilah keris mirip pedang suduk (seperti golok atau belati). Kemudian Mpu Supa Mandrangi menyerahkan keris tersebut kepada Kanjeng Sunan Kaljaga. Begitu mengetahui wujud keris yang dihasilkan, Kanjeng Sunan Kalijaga sangat senang hatinya dan menamai keris tersebut dengan nama "Keris Kyai Carubuk".
Keris Kyai Carubuk ini kemudian menjadi senjata pusaka Sultan hadiwijaya, dan pernah digunakan bahkan sanggup mengalahkan keris Kyai Setan Kobermilik arya penangsang yang ketika itu digunakan oleh pesuruh Arya Penangsang untuk melakukan percobaan pembunuhan kepada SultanHadiwijaya. Karena utusan Arya Penangsang dapatdikalahkan, keris Kyai Setan Kober diambil oleh Sultan Hadiwjaya, lalu dikembalikan sendiri oleh Sultan Hadiwjaya kepada Arya Penangsang yang membuat Arya Penangsang tersinggung dan marah. Karena Arya Penangsang tersinggung dan marah, maka timbul kerbutan antara Arya Penangsang dan Sultan Hadiwijaya, dan keributan tersebut dapat dihentikan oleh Kanjeng Sunan Kudus.

Kamis, 23 Mei 2013

Asma Sunge Rajeh


Asma Sunge Rajeh adalah merupakan Raja kepada segala jenis Asmak yang merupakan Kunci kepada Segala macam jenis ilmu kesaktian. Dikalangan ahli ilmu hikmah Asma’ Sunge Rajeh dipercayai sebagai raja / mustika dari ilmu kesaktian. Hal ini dikeranakan, bila ilmu ini digunakan dapat mengeluarkan keajaiban khoriqu lil `adat, mengeluarkan daya ghaibnya yang luar biasa diluar kebiasaan hukum alam. Yang mana khasiat dari ilmu ini multifungsi untuk keperluan apa saja tergantung dari niat sang pembacanya. Jadi dengan memiliki ilmu Asma’ Sunge Rajeh seperti telah memiliki ratusan ilmu dengan khasiat berbeza-beza.Kekuatan karomah ghaibnya sangat luar biasa, dan termasuk ilmu langka yang multi fungsi. Ertinya, dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan. Didalamnya terkumpul beragam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi,yang terbukti nyata dan dapat diandalkan.Tak hairanlah jika ada yang berpendapat, bahawa memiliki ilmu satu ini bagaikan mewarisi 100 macam ilmu kesaktian yang sangat ampuh.Cukup satu Asma ini,sudah mewakili ratusan ilmu kelas atas yang super dahsyat dengan 1001 kegunaan. Hebatnya lagi, Asma Sunge Raja bersifat siap pakai, dapat langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk isim, gembolan, benda pusaka,azimat dan semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan beberapa kata khusus yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen atau untuk seumur hidup.

Disamping daya ghaib dan khasiatnya yang luar biasa, ilmu ini banyak diminati oleh para jawara/pendekar dan ahli spiritual dikeranakan kemudahan dalam mempelajarinya. Iaitu Asma’ Sunge Raja bersifat siap pakai ertinya dapat langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati/diritualkan atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk azimat atau benda pusaka atau semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan rafal dari Asma’ Sunge Rajeh yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen atau untuk seumur hidup. Bahkan boleh diamalkan oleh siapa saja dari pelbagai golongan usia yang beragam Islam sahaja.

Sanad Keilmuan

Asma ini merupakan warisan dari Nabiyullah Khidir ‘Alaihissalam yang diturunkan secara langsung oleh beliau kepada dua orang pilihan iaitu :
Pangeran Cakra Buana di Cirebon.
Kiai Su’udy (Wali Bujuk Tumpeng) di Madura yang kemudian diturunkan kepada kedua anaknya :
Syekh Abu Syamsudin
Syekh Daman Huri

Menurut riwayat Ilmu batin ini dibisikan oleh Nabi Khidir AS disuatu tempat diatas air yang besar (boleh bererti sungai atau lautan). Oleh sebab itu ilmu Batin ini disebut Asma’ Sunge Rajeh. Ertinya Sunge Rajeh (Bahasa Madura) dalam bahasa Indonesia adalah Sungai yang Besar.

Meskipun Asma’ Sunge Rajeh diturunkan di Jawa dan Madura namun rafalan dari ilmu ini tidak sedikitpun memakai bahasa Jawa. Bahasa dari rafalan Asma’ Sunge Rajeh diyakini merupakan bahasa kuno.

Versi Asma’ Sunge Rajeh

Pada awalnya, ilmu ini diajarkan secara turun-temurun kepada generasi penerus dan para murid. Mungkin kerana lagenda kehebatannya, ilmu batin ini menjadi sangat terkenal maka banyak pendekar di pulau Jawa mahupun Madura yang juga ikut mempelajarinya. Sehingga kini ilmu ini menyebar di pelosok pulau Jawa dan Madura bahkan hingga saat ini menyebar berbagai wilayah lain se-Asia. Kemudian muncullah berbagai macam versi Asma’ Sunge Rajeh. Paling tidak menurut sebahagian besar para sesepuh, Asma’ Sunge Rajeh terbahagi menjadi 5 versi iaitu Versi Cirebon,Versi Madura,Versi Grobogan,Versi Blora,Versi Solo.Kemudian dari Timur Tengah ada 3 versi (Hindi,Yaman,Baghdad) dan 1 Versi Arab,Versi Asma Kayu Rajeh, Asma Singa Rajeh,Asma Gajah Rajeh,Asma Batu Rajeh,Asma Geni Rajeh,Asma Tanah Rajeh, Asma Angin Rajeh,Asma Banyu Rajeh, Asma Wesi Rajeh,Asma Laut Rajeh (Utara dan selatan sunge),Asma Bledug Awu Rajeh, Asma Singkir Rajeh, Asma Nur Rajeh, Asma Raja Dirajeh, Selain itu ada versi-versi lainnya.

Asma Sunge Raja ini merupakan ilmu tua yang usianya diperkirakan telah mencapai kurang lebih 5000 tahun. Menurut informasi, diseluruh Indonesia khususnya di Pulau Jawa ada beberapa versi ASR, yang mana setiap versi berbeza mantera serta memiliki kelebihan masing masing. Didalam asma ini, terkumpul bermacam macam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi, diantaranya: Ilmu Pawang Hujan (untuk mengusir mendung dan menghentikan hujan lebat, Ilmu Qulhu Geni (agar kebal dari berbagai macam serangan ilmu hitam), Aji Panglimunan (dalam keadaan terjepit dapat menghilang), Aji Pukulan Maut (musuh oleh muntah darah atau pingsan), Aji Tameng Baja (Kebal senjata tajam dan senjata api), Aji Tiwikrama (Saat dibelasah oleh musuh akan kelihatan seperti raksasa yang sangat menakutkan), Aji Macan Putih (Membuat lawan menjadi takut dan gementar), Aji Gembolo Geni (Membakar tubuh makhluk halus), Aji Bandung Bondowoso (dapat mengangkat benda berat dan menangkis serangan musuh), Aji Pupu Bayu (Membuat lumpuh tenaga lawan) dll.

Menurut riwayatnya,Asma luar biasa ini merupakan salah satu ilmu ghaib yang dimiliki oleh Nabi Khidir AS. (Balya bin Malkan), seorang Nabi yang dipercaya telah ada sejak zaman Nabi Musa dan hingga sekarang masih hidup serta diantara tugasnya adalah sebagai penjaga lautan. Berdasarkan informasi, ilmu ini telah beliau turunkan kepada beberapa orang, yang dianggap pantas untuk mewarisinya. Adapun di Indonesia, dua tokoh yang diketahui telah menerima ijazah ASR secara langsung dari Nabi KHidir AS adalah Embah Kuwu Sangkan (Pangeran Cakrabuana/Raden Walang Sungsang) pendiri kota cirebon sekaligus pakcik sunan Gunung Jati Cirebon, dan Syaikh Abu Syamsudin di Batu Ampar, Madura. Di antara lain khasiat Asma Sunge Raja ialah :.

Pengasihan umum dan khusus.
Keberanian Luar Biasa.
Kewibawaan Tingkat Tinggi
Pelarisan usaha apa saja.
Meredam Amarah orang lain
Kekuatan Pukulan Tangan Luar Biasa
Anti Pukulan Tangan dan Benda Tumpul
Gertakan membuat lawan tunggang langgang.
Pemilik ASR Nampak seperti raksasa saat akan dibelasah /pergaduhan /pertengkaran/perkelahian.
Menutup luka agar tidak berdarah.
Mudah mendapat pinjaman wang dsb.
Menolong yang sulit mati akibat ilmu ghaib.
Dalam keadaan terdesak,menaiki kenderaan umum tanpa bayaran.
Kekuatan Fizik – Tidak Mudah Lelah
.Meningkatkan Kekuatan Ilmu Yang Ada menjadi lebih ampuh.
Melumpukan Kesaktian Ilmu Lawan.
Selamat Dari Senjata Tajam, Senjata Api dan Ledakan Bom.
Selamat dari Kecelakaan Darat,Laut dan Udara.
Menundukkan Musuh.
Menagih Hutang agar lancar.
Meluluhkan hati seseorang.
Pulihkan Tanah yang keras.
Pulihkan Tanah yang di tanam sihir/barang.
Menangkal Sihir,Teluh,Tenung,Santet,Hipnotis dan Ilmu Gendam.
Ditakuti/disegani segala macam mahkluk halus,jin,setan,hantu dan lain-lain.
Mengubati orang kerasukan/histeria,terkena guna-guna, penyakit medik dan non-medik.
Pagar Rumah, Kedai dan lain-lain.
Menghentikan badai/rebut atau angin puting beliung.
Menghentikan ombak yang ganas.
Menjinakkan Haiwan yang ganas.
Usir Tamu yang tak di undang atau rusuhan.
Pawang Hujan – Usir Hujan/Mendung.
Mendatangkan Hujan.
Agar Di sayangi oleh majikan.
Memudah wanita yang akan melahirkan.
Penglimunan(tidak kelihatan apabila dalam keadaan terdesak).
Mengisi Asma dan sejenisnya agar ampuh.
Menghantam Musuh Jarak Jauh.
Mengisi Kekuatan pada orang lain.
Meneutralkan racun dan sejenisnya, baik di dalam makanan dan minuman.
Mendapat kepercayaan dari orang besar.
Memaksa pencuri agar mengembalikan barang telah di curinya.
Mempertajamkan indera ke-enam.
Menpengaruhi fikiran orang lain.
Mendatangkan seseorang dari jarak jauh/puter giling sukma.
Pengubatan jarak jauh
Kuat seks kurang lebih 1 jam
Mengubah rasa makanan dan minuman
Menutup Sesuatu Tempat Agar kelihatan Sepi/Tutup.
Untuk ketenangan batin
Memperkuat Aura
Mengatasi kenderaan yang meragam/mogok
Mengeluarkan susuk
Mengatasi anak yang degil/nakal/keras kepala(pelembut hati)
Menarik rezeki dari berbagai penjuru
Meningkatkan hasil penangkapan ikan ketika memancing
Saat terdesak/kecemasan dapat mengirim SMS tanpa kredit.
Menghilangkan nervous(gementar/gugup)ketika menghadapi orang ramai.
Insya Allah boleh memberi kemenangan dalam perbicaraan di mahkamah.
Mempercepat kenaikan pangkat/jabatan/karier.
Meneutralkan rasa panas akibat tersiram air panas/minyak goreng.
Mempercepat surutnya air banjir.
Mengeraskan kulit telur(sulit diremukkan/dipecahkan tangan)
Memiliki kemampuan memindahkan penyakit ke dalam tidur.
Mengisi kekebalan melalui media air
Boleh memenangi pertandingan kuiz.
Mengusir tikus dari rumah.
Mengatasi kejahatan jiran tetangga yang melampaui batas.
Melancarkan perpanjangan kontrak kerja.
Membuat pancit/pecahkan tayar kenderaan tanpa sentuh(dibuat mogok)
Sarana pemanggilan ghoib siapa saja (aji penarik sukma).
Mampu seorang diri menghadapi pihak lawan sebanyak empat puluh orang.
Mampu seorang diri menghadapi serangan fizikal satu kampung.
Anti Gillete/Anti Hiris/Sayat.
Musuh dibuat lumpuh hanya dengan tiupan mulut.
Daya Hipnotis Tingkat Super.
Pisahkan Orang Ketiga(PIL/WIL)
Pengasihan Dahsyat.
Jual Tanah,Kebun dan rumah agar cepat laku.
Mengisi Kekebalan
Mengisi Aura Mahabbah untuk kecantikan/ketampanan.
Menyedut benda dari alam ghaib.
Mengubati haiwan sakit.
Agar terlepas dari hukuman penjara(jika benar-benar tidak bersalah).
Mempermudah mendapat keturunan/anak.
Memenangkan pemilihan ketua kampung,Temenggung dan Gabenor.
Benteng ampuh dari serangan jin dan manusia.
Meredakan orang bertengkar.
Ucapannya makbul
Membakar Raja/Ratu Jin.
Melenyapkan energy negative yang sudah akut.
Mengisi Air untuk keselamatan zahir batin.
Membebaskan gaman dan ajian dari gangguan khodam jin jahat.
Menolong orang dari jarak jauh.
Mendatangkan angin.
Mengisi kekebalan melalui media gotri.
Menyuburkan tanaman/terhindar dari serangan hama.
Boleh SMS walau tanpa jaringan.
Anti Cukur Rambut.
Merukunkan dua isteri.
Melipat gandakan daya tahan tubuh.
Selamat melintasi kobaran api.
Terawangan
Mengekalkan kedudukan suatu jabatan/posisi.
Dan masih banyak lagi tergantung niat dan tujuan.

Dan Masih Banyak Lagi Khasiat yang dapat anda rasakan. Bagi yang berminat dan mempunyai niat yang baik dan suka menolong sesama kami ijazah dengan ikhlas keilmuan ini.

Kaedah/Petunjuk mempelajari Asma’ Sunge Rajeh

Perlu diketahui bahawa setiap guru ternyata memiliki tatacara /method yang berbeza-beza dalam menurunkan ilmu ini. Bagi saya peribadi yang pasti adalah :
Ilmu ini boleh dimiliki oleh siapa saja,tidak mengira peringkat usia(sebaiknya sudah akil baligh),semua golongan,status,derajat keturunan dsbnya. Lelaki / Perempuan (Ilmu ASR ini hanya untuk orang Islam sahaja).
Tidak ada pantangan tertentu, selain tidak boleh sembarangan dirafal disembarang tempat kerana boleh berpengaruh pada alam sekitar beserta penghuninya (alam, haiwan, manusia dan Jin).
Penurunan ilmu secara lisan dan ada yang tertulis (tergantung versi dan sesuai dengan amanat Guru pengijazah).
Ilmu Asma’ Sunge Rajeh cukup dihafalkan dalam 3/7 hari diluar rumah. Tanpa wajib puasa atau tirakat lainnya.
Setelah dihafalkan dan dihayati, ilmu siap untuk digunakan.

ilmu ini hanya untuk yang benar-benar punya niat suci jihat dijalan alloh, menlong yang lemah dan membasmi kemungkaran. allohu akbar!!!!!!!!

Senin, 13 Mei 2013

Belajar ilmu ikhlas

"Mari ku ajarkan mu tentang ikhlas," kata seorang guru kepada muridnya.
"Nanti saya ambilkan buku dan pena untuk menulisnya."
"Tak payah, bawa sahaja karung guni."
"Karung guni?" soal anak muridnya, seperti tidak percaya.
"Mari kita ke pasar!"
Dalam perjalanan ke pasar mereka berdua melalui jalan yang berbatu-batu.
"Kutip batu-batu yang besar dan masukkan ke dalam guni yang kau bawa itu," kata guru itu memberi arahan.
Tanpa soal, anak muridnya memasukkan batu-batu besar yang mereka temui sepanjang jalan.
"Cukup?"
"Belum, isi sampai penuh karung guni itu. Lebih banyak lebih baik."
Sampai di pasar, mereka berdua tidak membeli apa-apa pun. Gurunya hanya berlegar-legar, melihat-lihat dan kemudiannya mula beredar ke luar.
"Tok guru, kita tidak beli apa-apa kah?"
"Tidak. Bukankah karung guni mu telah penuh?"
"Ya, ya..." kata murid itu sambil memikul guni yang berat itu kelelahan.
"Banyak beli barang," tegur seorang kenalan apabila melihat anak murid itu memikul guni yang berisi penuh dengan batu-batu.
"Wah, tentu mereka berdua ini orang kaya. Banyak sungguh barang yang merekabeli," bisik orang lalu-lalang apabila melihat guru dan anak murid tersebut.
"Agaknya, mereka hendak buat kenduri dengan barang-barang yang banyak itu," kata orang yang lain.
Sampai sahaja di tempat tinggal mereka, murid tadi meletakkan guni yang berisi batu-batu tadi.
"Oh, letih sungguh... apa yang kita nak buat dengan batu-batu ni Tok?"
"Tak buat apa-apa."
"Eh, kalau begitu letih sahajalah saya," balas anak murid.
"Letih memang letih, tapi kamu dah belajar tentang ikhlas..."
"Bagaimana?" tanya anak murid itu kehairanan.
"Kamu dah belajar apa akibatnya tidak ikhlas dalam beramal."
"Dengan memikul batu-batu ini?"
"Ya. Batu-batu itu umpama amalan yang riyak. Tidak ikhlas. Orang memujinya seperti orang-orang di pasar tadi memuji banyaknya barang yang kamu beli. Tapi, kamu sendiri tahu itu bukan barang makanan atau keperluan tetapi hanya batu-batu..."
"Amal yang tidak ikhlas umpama batu-batu ini?"
"Ya, hanya beratnya sahaja yang terpaksa ditanggung. Dipuji orang, tetapi tidak ada nilainya di sisi Allah. Yang kamudapat, hanya penat..."
"Ya, sekarang saya sudah faham apa akibat jika beramal tetapi tidak ikhlas!" ujar murid itu. Sekarang dia sudah fahamapa akibatnya RIYAK dalam beramal.
Pengajaran:
Ramai manusia tertipu dalam beramal kerana mengharapkan pujian orang. Padahal kata pujian daripada orang-orangitu tidak akan memberi manfaat pun kepadanya pada hari akhirat. Malah, mengharap pujian daripada manusia hanyaakan menyebabkan diri terseksa kerana terpaksa hidup dalam keadaan yang bermuka-muka. Rugi benar orang yang tidak ikhlas, terseksa di dunia, terseksa di akhirat.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jumat, 10 Mei 2013

Ilmu Laduni dari Allah Menurut Al Qur’an dan Hadist


Bismillah….

Sebelum membaca artikel ini, mari luruskan dahulu yaqin kita kepada Allah….
Bahwa Makhluq ini tidak kuasa, tapi Allah yang maha kuasa!
Belajar (menuntut ilmu) diwajibkan untuk semua muslimin dan muslimat (hadits).
Tapi Hakikatnya ilmu dtang dari Allah bukan dari Belajar. Begitu pula rezeki datang bukan dari kerja kita.!
Kita Belajar karena perintah Allah dan Sunnah Nabi.
Jika Allah kehendaki, dengan belajar – Allah berikan ilmu
Jika Allah kehendaki, dengan belajar – tapi Allah tidak berikan ilmu
Jika Allah kehendaki, tanpa belajar pun – Allah berikan ilmu
Laailaha illallah
Belajar itu makhluq, Allah yang kuasa

Kata laduni dipetik dari ayat Allah yang berbunyi:

“Dan kami telah ajarkan kepadanya (Nabi khidhir) dari sisi Kami suatu ilmu”. (Al Kahfi: 65)

ilmu laduni /ilmu mauhub merupakan salah satu ilmu yang harus dimilki oleh orang yang ingin menjadi ahli tafsir alqur’an. Disamping harus mengusai 14 cabang ilmu lainnya seperti ilmu lughah, nahwu, saraf, balaghah, isytiqoqo, ilmu alma’ani, badi’, bayan, fiqh, aqidah, asbabunuzul, nasikh mansukh, ilmu qiraat, ilmu hadits, usul fiqah ( hukum-hukum furu’) dan ilmu mauhub ( fadhilah alqur’an, syaikh maulana zakariyya).

Ilmu ini adalah karunia khusus dari Allah swt.

“man ‘amila bimaa ‘alima waratshullahu ‘ilma maa lam ya’lam”

Artinya : Nabi SAW bersabda :” BARANGSIAPA YANG MENGAMALKAN ILMU YANG IA KETAHUI MAKA ALLAH AKAN MEMBERIKAN KEPADANYA ILMU YANG BELUM IA KETAHUI”

Perkara ini telah dijelaskan oleh sayyidina ‘ali ra. saat beliau menjawab pertanyaan orang ramai, “apakah beliau telah mendapatkan ilmu khusus atau wasiat khusus dari Rasulullah saw. yang hanya diberikan kepada beliau dan tidak kepada orang lain?”

Hazrat ‘ali ra. menjawab :” Demi Tuhan yang telah menciptakan surga dan jiwa-jiwa, aku tidak pernah mendapat apa-apa selain daripada ilmu yang Allah berikan kepada seseorang untuk memahami alqur’an!”

ibnu abi dunya rah. berkata bahwa pengetahuan daripada Al-quran dan apa-apa yang didapati daripada alqu’an begitu luas daripada alqur’an. Seorang pentafsir harus mengetahui 15 cabang ilmu yg disebutkan diatas. Tafsiran orang yang tidak mahir dalam ilmu-ilmu ini adalah termasuk tafsiran bil-rakyi (tafsir menurut fikiran sendiri) yang hal ini DILARANG OLEH SYARA’. Para sahabat ra. mendapat ilmu bahasa arab secara tabii dan ilmu-ilmu lain mereka dapati langsung dari ilmu kenabian (nabi SAW).

Nabi SAW bersabda :” Barang siapa yang berfatwa dalam masalah agama, tanpa ada ilmu maka baginya laknat Allah, malaikat dan manusia seluruhnya ” (HR. Imam suyuti).

Jadi Ilmu laduni = ilmu dari Allah asbab hasil amal…karena Allah telah tunjukan cara mendapatkannya pada kita.

ilmu laduni dan cara/jalan untuk mendapatkannya didalam ALQU’AN DAN HADITS :

1. TAKUT KEPADA ALLAH

kitab alhikam, syaikh ibnu athoillah alasykandary (kepala madrasah alazhar-asyarif abad 7 hijriah) menyebutkan nukilan ayat dari alqur’anulkarim :

“wataqullaha wayu’alimukumullah” (Qs. Al baqarah ayat 282)

artinya : “Takutlah kepada Allah niscaya Allah akan mengajari kalian“ (Qs. Al baqarah ayat 282)

Sifat takut/tunduk/patuh hanya kepada Allah, sangatlah mulia. Bukan saja ilmu laduni yang Allah beri tapi Allah akan tundukan semua makhluq padanya bahkan para malaikatpun akan berkhidmad dan senantiasa membantunya (atas izin Allah), sebagai mana maksud dari haidts nabi SAW :

Nabi saw bersbda : “man khofa minallahi khofahu kulla syai waman khofa ghoirallah khofa min kulli syai”

artinya : “Barang siapa yang takutnya hanya kpd Allah maka Smua makhuq akan takut/tunduk padanya. Barangsiapa takut/tunduknya kpd selain Allah maka semua makhluq akan (menjadi asbab) ketakutan baginya “

Lihatlah kisah-kisah salafushalih kita, bagaimana pasukan dakwah sahabat berjalan diatas air melintasi sungai tigris irak, pasukan dakwah sahabat yang berjalan melintasi laut merah, mu’adz bin jabal ra shalat 2 rekaat maka gunung batu yang besar terbelah dua-membuka jalan untuknya, para sahabat terkemuka boleh mendengarkan dzikir benda-benda mati (roti dan mangkuk) .

Abu dzar alghifary ra. atas perintah khalifah umar ra., beliau ditugaskan utk memasukan kembali lahar gunung berapi yang sudah keluar dari kawahnya. maka atas izin Allah, lahar panas tsb masuk kembali ke kawah gunung tsb (hayatushabat).

Abdullah atthoyar ra. boleh terbang seprti malaikat yang punya sayap, maka ketika ditanya oleh rasulullah, apa yang menjadi asbab Allah berikan karomah tersebut, maka beliau menjawab ” saya pun tidak tahu, tapi mungkin karena aku dari sebelum saya masuk islam sampai sekarng pun saya tidak pernah minum khamr, …dst”.

2. MENGAMALKAN ILMU YANG DIKETAHUI

sebuah hadits shohih menyebutkan bahwa nabi muhammad saw bersabda :

“man ‘amila bimaa ‘alima waratshullahu ‘ilma maa lam ya’lam”

Artinya : Nabi SAW bersabda :” BARANGSIAPA YANG MENGAMALKAN ILMU YANG IA KETAHUI MAKA ALLAH AKAN MEMBERIKAN KEPADANYA ILMU YANG BELUM IA KETAHUI”

3. TIDAK MENCINTAI DUNIA

‘alammah suyuti rah. berkata :“kamu menganggap bahwa ilmu mauhub adalah diluar kemampuan manusia. Namun hakikatnya bukanlah demikian, bahkan cara untuk menghasilkan ilmu ini adalah dengan beberapa asbab. Melalui ini Allah swt. telah menjanjikan ilmu tersebut. Asbab-asbab itu adalah seperti : beramal dengan ilmu yang diketahui, tidak mencintai dunia dan lain-lain….”

Sebagaimana dalam sebuah hadits, bahwa Nabi SAW bersabda yang artinya : “Barang siapa yang zuhud pada dunia (tidak cinta dunia), maka akan Allah berikan kepadanya ilmu tanpa Belajar” (Fadhilatushaqat).

4. Berdoa

Semua itu datang bagi Allah, maka Rasulullah mencontohkan kepada kita agar senantiasa berdoa agar diberikan ilmu dan hidayah dari Allah swt.

Untuk menumbuhkan rasa takut pada Allah dengan dzikir

Untuk menumbuhkan zuhud pada Allah dengan mujahadah

Sedangkan Doa akan diterima jika kita ikhlash…..

Untuk itu kita harus belajar dan dibimbing oleh guru-guru yang mursyid.

5. Berdakwah

Jika kita berdakwah (amr bil ma’ruf wa nahya ‘anil munkar) atau mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran maka Allah akan berikan kepada kita ‘ilm wa hilm (’ilmu dan kelembutan hati) langsung dari qudrat Allah swt.

Sebagaimana dalam hadits qudsi(kurang lebih maknanya) tatkala Allah menceritakan keutamaan umat akhir zaman kepada Nabi isa as., mereka memakai sarung pada perut-perut mereka, jika mereka berjalan di tanah rata mereka berdzikir “alhamdulillah”, ditanah yang menanjak mereka berdzikir “allhuakbar” ,jika berjalan ditanah yang menurun mereka berdzikir “subhanallah” dan mereka mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran (berdakwah) , sedangkan mereka bodoh (tidak punya banyak ilmu) dan kasar (tidak hilm)

maka Nabi isa as. bertanya : “Bagaimana mereka akan berdakwah padahal mereka tidak punya ‘ilm dan hilm(kelembutan hati)?

Maka Allah firmankan :”Aku sendiri yang akan memberikan kepada mereka ilm dan hilm” (Muntakhob ahadits)

ilmu laduniadalah karunia khusus/khas bagi hambanya, terlebih bagi mereka yang telah ma’rifat. Orang yang telah ma’rifat akan mendapatkan segala-galanya karena tidak ada keinginan dunia dalam hatinya.

Nabi SAW bersabda : “man wajadallah wajada kulla syai, man faqadallah faqada kulla syai”

artinya : Barang siapa kenal kepada Allah maka ia akan mendapatkan segala-galanya

Barang siapa yang kehilangan Allah (tidak kenal Allah) maka ia kehilangan segala-galanya.”

( Kumpulan Khutbah jum’at romo kyai).

Dalam kitab kimiyai saadat, bahwa ada tiga jenis manusia yang tiadak akan bisa memahami alqur’an :

- Pertama : Seorang yang tidak memahami bahasa arab

-Kedua : Orang yang berkekalan dengan dosa-dosa besar dan bid’ah. Ini karena dosa dan amalan bid’ah itu akan menghitamkan hatinya yg menyebabkan dia tidak mampu memahami alqur’an.

_ketiga : Orang yang yakin hanya terhadap makna-makna dhahir saja dalam hal-hal aqidah (mengambil makna dhohir dari ayat/hadits mutasyabihat, aqidahnya bermasalah: mu’tazillah, mujasimmah dsb). Perasaanya tidak dapat menerima apabila dia membaca ayat alqu’an yang bertentangan dengan keyakinannya itu. Orang yang demikian tidak akan bisa memahami alqur’an.

“Ya Allah Peliharalah kami daripada mereka!”

Kamis, 02 Mei 2013

Rahasia Huruf Hijaiyah


بسم الله الرحمن الرحم
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam- penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min). Allah menjanjikan kepada orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. AL-FATH ayat 29)

Ada dua puluh sembilan huruf Hijaiyah. Awalnya adalah alif, kemudian ba, kemudian ta, dan akhirnya adalah ya. Huruf kedua, Ba, merangkum semua pengetahuan tentang wujud semesta. Ba adalah Bahr, Samudera. Setiap wujud sejatinya meng-ada di dalam “samudera” abadi ini. Renungkanlah perlahan sekali…

Ba-Bahr Al Qudrah-Samudera Kehendak
Tubuh kita dan segala benda-benda, air yang kita teguk dan udara yang kita hirup, segala yang kita lihat sentuh dan rasakan, padat cair dan gas, semuanya terbangun dari atom-atom. Kita semua sudah tahu itu. Meski atom bukanlah elemen terkecil dari benda-benda, sebagaimana telah ditunjukkan oleh para ahli fisika kuantum, mari kita batasi perjalanan kita hanya sampai di atom ini. Inti atom (nucleus) merupakan pusat atom. Seberapa besar inti atom ini? Jika kita perbesar ukuran sebiji atom menjadi sebesar bola berdiameter 200 meter, maka besarnya inti atom adalah sebesar sebutir debu di pusatnya.

Hebatnya, sebutir debu ini membawa 99,95% massa atom seluruhnya yang dipadatkan oleh strong nuclear force ke dalam partikel proton. Sementara elektron-elektron sangatlah ringan dan bergerak mengelilingi proton pada jarak yang jauh sekali. Seberapa jauh? Jika kita perbesar ukuran elektron menjadi sebesar biji kelereng, maka jarak antara elektron ini ke inti atom adalah sejauh satu kilometer! Ada apa di antara elektron dengan proton? Tidak ada apa-apa. Hanya ruang kosong semata sepanjang jarak satu kilometer itu!

Sebutir garam terdiri dari banyak sekali atom. Jika kita bisa menghitung satu milyar atom dalam sedetik, maka kita membutuhkan lebih dari lima ratus tahun untuk menghitung jumlah seluruh atom di dalam sebutir garam saja! Atom-atom itu secara rapi membangun wujud sebutir garam. Dan di dalamnya terbentang ruang kosong di antara atom-atomnya. Sebagaimana samudera. Sebutir garam mewujud di dalamnya. Ia “berenang” dan meng-ada di dalamnya. Juga kita dan semua benda-benda.

Wujud kita sejatinya selalu berada di dalam samudera ruang kosong….di dalam samudera atomis gaya-gaya….di dalam samudera kehendakNya (Bahr al-Qudrah)…



Kaf Ha Yaa 'Ain Shood Yaa Siin Alif Lam Miim

Dari Husein bin Ali bin Abi Thalib as. :
Seorang Yahudi mendatangi Nabi Muhammad SAW. Pada saat itu Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as bersama Nabi.
Yahudi itu berkata kepada Nabi Muhammad SAW : "apa faedah dari huruf hijaiyah ?"
Rasulullah SAW lalu berkata kepada Ali bin Abi Thalib as, “Jawablah”.
Lalu Rasulullah SAW mendoakan Ali, “ya Allah, sukseskan Ali dan bungkam orang Yahudi itu”.
Lalu Ali berkata : “Tidak ada satu huruf-pun kecuali semua bersumber pada nama-nama Allah swt”.
Kemudian Ali berkata :

“Adapun Alif artinya tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Kokoh,
Adapun Ba artinya tetap ada setelah musnah seluruh makhluk-Nya.
Adapun Ta, artinya yang maha menerima taubat, menerima taubat dari semua hamba-Nya,
adapun Tsa artinya adalah yang mengokohkan semua makhluk “Dialah yang mengokohkan orang-orang beriman dengan perkataan yang kokoh dalam kehidupan dunia”
Adapun Jim maksudnya adalah keluhuran sebutan dan pujian-Nya serta suci seluruh nama-nama-Nya.
Adapun Ha adalah Al Haq, Maha hidup dan penyayang.
Kha maksudnya adalah maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.
Dal artinya pemberi balasan pada hari kiamat,
Dzal artinya pemilik segala keagungan dan kemuliaan.
Ra artinya lemah lembut terhadap hamba-hamba-Nya.
Zay artinya hiasan penghambaan.
Sin artinya Maha mendengar dan melihat.
Syin artinya yang disyukuri oleh hamba-Nya.
Shad maksudnya adalah Maha benar dalam setiap janji-Nya.
Dhad artinya adalah yang memberikan madharat dan manfaat.
Tha artinya Yang suci dan mensucikan,
Dzha artinya Yang maha nampak dan menampakan seluruh tanda-tanda.
Ayn artinya Maha mengetahui hamba-hamba-Nya.
Ghayn artinya tempat mengharap para pengharap dari semua ciptaan-Nya.
Fa artinya yang menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.
Qaf artinya adalah Maha kuasa atas segala makhluk-Nya
Kaf artinya yang Maha mencukupkan yang tidak ada satupun yang setara dengan-Nya, Dia tidak beranak dan tidak diperanakan.
Adapun Lam maksudnya adalah maha lembut terhadap hamba-nya.
Mim artinya pemilik semua kerajaan.
Nun maksudnya adalah cahaya bagi langit yang bersumber pada cahaya arasynya.
Adapun waw artinya adalah, satu, esa, tempat bergantung semua makhluk dan tidak beranak serta diperanakan.
Ha artinya Memberi petunjuk bagi makhluk-Nya.
Lam alif artinya tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya serta tidak ada sekutu bagi-Nya.
Adapun ya artinya tangan Allah yang terbuka bagi seluruh makhluk-Nya”. Rasulullah lalu berkata “Inilah perkataan dari orang yang telah diridhai Allah dari semua makhluk-Nya”.
Mendengar penjelasan itu maka yahudi itu masuk Islam.

Dari Ibrahim bin Khuttab, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dari Abdullah bin Najiyah, dari Ahmad bin Badil Al Ayyamy, dari Amr bin Hamid hakim kota ad Dainur, dari Farat bin as Saib dari Maimun bin Mahran, dari Ibnu Abbas dan sanadnya Rosulullah SAW, ia berkata: “Segala sesuatu ada penjelasan (tafsir)nya yang diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya”.

Kandungan empat unsur alam semesta dalam huruf hijaiyah, yaitu:

Unsur api : alif, haa’, tha’, shad, mim, fa’, syin.
Unsur udara : ba’, wawu, ya’, nun, shat, ta’, dha’.
Unsur air : jim, za’, kaf, sin, qaf, tsa’, zha’.
Unsur tanah : ha’, lam, ‘ain, ra’, kha’, ghain.
30 kunci huruf hijaiyah yang berada di tubuh manusia yaitu:
1. alif = hidung
2. ba" = mata
3. ta" = tempat mata(lubang tempat mata)
4. tsa" = bahu kanan
5. jim = bahu kiri
6. ha = tangan kanan
7. kha = tangan kiri
8. dal = telapak tangan kanan dan kiri
9. dzal = kepala dan rambut
10. ro" = rusuk kanan
11. zai = rusuk kiri
12. sin = dada kanan
13. syin = dada kiri
14. shod = pantat kanan
15. dhod = pantat kiri
16. tho" = hati
17. zho" = gigi
18. ain = paha kanan
19. ghoin = paha kiri
20. fa" = betis kanan
21. kof = betis kiri
22. kaf = kulit
23. lam = daging
24. mim = otak
25. nun = nur/cahaya
26. wau = telapak kaki kanan dan kiri
27. HA" = sungsum tulam
28. lam alif = manusia utuh
29. hamzah = memenuhi segala
30. ya" = mulut/manusia

Affirmasi:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan ...................

contoh:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan ALIF
contoh:
Ya ALLAH saya minta kunci dengan Hamzah

30 kunci dipakai untuk membersihkan bagian bagian tubuh dari hal -hal yang negatif.sehingga tubuh dapat berfungsi normal.dan tentunya meningkatkan tingkat kita dalam hal dunia dan spiritual.

Artikel ini sekedar sebagai referensi bahan kajian pengetahuan saja.

sumber

Rabu, 01 Mei 2013

FADHILAH AL FATIHAH, DERAJAT DUNIA AKHIRAT


Banyak di kampung-kampung, di desa-desa, dan dimana-mana kita menyaksikan para penganggur yang hidupnya lontang lantung, sehari-hari disibukkan dengan bermain judi, mabuk-mabukan dsb. Hal ini tentu saja memprihatinkan.

Bukankah hidup itu perlu diisi dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat? Masih banyak kegiatan yang lebih positif. Berbuat baik dan penuh kemuliaan seperti membantu, menolong dan meneruskan risalah Rasulullah SAW sepanjang masa.

Hal ini kiranya lebih penting dijadikan focus orientasi dibanding melakukan dan memikirkan hal-hal yang kurang berfaedah. Untuk sahabat-sahabat yang masih berusia muda, mari kita luruskan hidup selurus-lurusnya. Isi waktumu sebaik-baiknya agar kamu masa depanmu terang benderang. Waktu tidak pernah berulang lagi…

Berikut ada amalan berupa rangkaian doa. Fadhilahnya apa? Fadhilahnya ada di dalam arti dan makna doa yang dirumuskan oleh Imam al Hadad itu. Amalkan dan istiqomahlah.. pasti jalan hidupmu akan berubah.

Amalan ini dimulai dengan membaca Al Fatihah 1000 x selama 3/7 hari.
Selanjutnya di akhir wirid al fatihah, akhiri dengan berdoa berikut ini:

ALLOHUMMA INNAA NASALUKA BIHAQQIL FAATIHATIL MU’AZHOMAH
WASSAB’ILL MATSAANII AN-TAFTAHA LANAA BIKULLI KHOIR.
WA AN TAJ’ALANAA MIN AHLIL KHOIR.
WA AN TU’AA MILANAA YAA MAULAANAA MU’AAMALATAKA LIAHLIL KHOIR.
WA AN TAHFAZHONAA FII ADYAA NINAA WA ANFUSANAA WA AHLINAA WA ASHHAA BINAA WA AHBAABINAA WAL MUSLIMIINA FII KULLI MIHNATIW WAFITNATIW WA BU’SIW WA DHOIR
INNAKA WA LIYYUN KULLI KHOIR
WA MUTAFADHDHILUM BIKULLI KHOIR WA MU’THII KULLI KHOIR.
BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN.
=====
Ya Allah, Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dgn haq surat al-Fatihah yg agung, dan tujuh ayat yg diulang-ulang, bukakanlah kepada kami segala kebaikan, jadikanlah kami golongan orang yg berbuat kebaikan, wahai Tuhan kami, kiranya kami dapat melakukan kebaikan, Engkau pelihara agama kami, jiwa raga kami, para keluarga kami, sahabat-sahabat kami, para kekasih kami, dan orang-orang muslim dari segala malapetaka, fitnah, keburukan dan kemudaratan. Sesungguhnya Engkau penolong segala kebaikan, yg mengkaruniakan segala kebaikan, yg memberikan segala kebaikan. Dengan Rahmat-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
======

Demikian untaian doa yang bila diamalkan secara SUNGGUH-SUNGGUH dengan ditambah dengan TEKAD KUAT akan membawa perubahan dalam hidup kita, biidznillah.. terima kasih atas waktunya. Wassalamualaikum wr wb.